I Left My Heart in Japan
Dih..!! Sok iyess banget deh ya buat judul postingan!
Tapi sungguh, dari semua pergi-pergi ku, aku bahagiaaaaa banget bisa dikasih kesempatan untuk berkunjung ke negeri doraemon ini.
Hey kamu.. iyaa kamuu.. yang katanya senang jika aku berbahagia, bawa aku ke Jepang lagi please... Eh, tp jangan ketinggalan uang saku 10,000 yen nya juga ya ya ya yaa...
Bulan Juli 2016 itu puncak puncaknya aku lagi bingung, gundah gulana, kacau, hati tak menentu pokoknya. Libur panjang akhir tahun 2015 kemarin aku cuma bisa stay di Ibukota yang ternyata tidak kejam seperti ibu tiri nya Cinderella. Dan dari awal sampai ke pertengahan tahun itu pun aku masih anteng cuma berkeliling di sekitar Bekasi - Jakarta - Bandung. Masa iya libur panjang akhir tahun 2016 gak ada perubahan?
Sampai akhirnya, randomly, check ticket pesawat salah satu maskapai untuk tujuan Jakarta - Jepang. Dan ternyataaaa ada harga yang lumayan untuk tanggal yang terbilang puncak liburan itu. Klik sana sini, lalu tiba tiba aja ticket CGK-KIX-CGK sudah ter-booked dan konfirmasinya masuk ke email.
Panik! Bayar pake apa ini!
Rasa Cinta Yang Muncul Tiba Tiba
Bukan karena ketemu Masaki Okada di Bandara Kansai, Osaka. Tapi aku cinta banget sama bagaimana masyarakat Jepang bekerja dan memperlakukan customer sepertiku. Aku tidak begitu ingat jam persis nya aku tiba di KIX, tapi pada 24 Desember 2016 sore itu aku mendapatkan pelajaran tentang bagaimana kita berempati dan bekerja dengan hati.
Lepas dari petugas imigrasi rombongan ku langsung menuju ke tempat Baggage Claim dan ternyata diantara 6 koper yang bepergian, ada 1 koper yang hilang. Itu koperku! Panik, takut, marah, sedih, bingung. Campur aduk rasanya. Sepatu, jacket, long john, dan semua yang sudah ku siapkan secara khusus hilang. Hari pertama, kebayang bingungnya aku gak punya senjata apapun untuk menghadapi musim dingin di Jepang ini selain baju yang saat itu dikenakan.
Langsung saat itu aku lapor ke petugas di bandara. Entah petugas apa dia asal pakai seragam langsung ku dekati. Dengan percakapan seadanya campur bahasa tubuh aku sampaikan keluhanku.
Yang buat aku jatuh cinta saat itu juga, petugas disana sangat responsif menanggapi ceritaku. Senyum pun selalu diberikan oleh mereka. Tanpa perlu dilempar kesana kemari laporan kehilangan bagasi ku pun diproses. Setiap mereka mau pindah ruangan aku pun diajak. Nggak ada semenit pun aku merasa ditinggal atau dicuekin. Seketika rasa marah ku lenyap. Aku bisa merasa mereka berempati kepadaku. Aku bisa merasakan mereka langsung berusaha mencari informasi dimana posisi terakhir bagasi ku dan kontak ke petugas petugas lainnya. Aku merasa diperhatikan. Kalau petugasnya cowok, mungkin aku minta dilamar saat itu juga.
Setelah pencatatan data data, mereka bilang kemungkinan bagasi ku tertinggal di KUL, dan meminta ku untuk menunggu sampai tanggal 27 Desember 2016. Mereka akan mengirimkan bagasi ku ke penginapan di tanggal tersebut sekitar jam 9-12 am.
Matek! Di suhu yang tidak pernah lebih dari 20 derajat ini aku bisa apa tanpa alat tempur di koper itu. Belum lagi rencana mau main salju. Alhamdulillah ada Nora, Anita, Ricky, Heldy dan Bia Mereka sungguh berjasa! Aku sangat tertolong. Kerudung pinjam Anita, sarung tangan & kaos kaki pinjam Nora, jaket pinjam Ricky, tolak angin lotion dan segala minyak angin minta ke Heldy Bia.
Sampailah di tanggal 27 Desember 2016, dan koperku pun mendarat dengan mulus di penginapanku di Tokyo yang padahal bukan penginapan besar (mana mampu aku ya kan T_T) . On Time. Mereka tidak membuat janji janji atau harapan palsu. Koperku ketemu dan benar benar dikirim langsung. Aku senang! Sangat senang! Dan aku pun makin cinta. :* :*
Welcome to Japan. 日本に歓迎
TOKYO
Rencana awal pagi itu kami mau ke Museum Doraemon, dan sudah beli tiketnya di Family Mart untuk yang jam 10.00 am. Tapi kebiasaan jelek kami masih terbawa sampai negeri ini. TELAT :( Jadi nggak boleh masuk :( Akhirnya melipirlah kami ke Ueno Park.
Aku sempat berfikir Ueno Park itu ya gitu gitu aja. Karena dari gambar gambar yang aku search di google rata rata menampilkan kecantikan taman itu saat musim sakura. Lalu apakabar pemandangannya saat musim dingin? This place hasn't lose it's beauty!
Aku betaaah banget duduk duduk di Ueno Park, nontonin orang lalu lalang, lihat burung burung yang lagi pada santai. Dan tiba tiba kruuyuuk, perutku lapar. Plis atulah, ini perut udah gak tahan minta jatah juga. Padahal udah diisi tuna sandwich nya Family Mart. Tapi siapa sih yang sanggup berlama lama menahan diri dari any kind of Japanese Food? Apalagi sebelumnya sudah kebayang bayang kalau siangnya kami akan mampir ke Tokyo Sky Tower buat nyicipin Omurice. OH MY GOD. Koki koki disini sungguh RUARR BIASAHH.
Di Sky Tower, aku lupa tepatnya lantai berapa, itu ada store luas isinya segala peralatan dari penting hingga nggak penting, dan lucu lucu! Karakter doraemon, gudetama, shinchan, final fantasy, chibi maruko chan itu ada semua. Lengkap. Aduh antara senang dan khawatir. Senang karena selain makan enak mata pun mendapatkan jatah lihat barang lucu lucu, tapi juga khawatir masih awal awal nanti uang saku yen nya bocor.
(disini kami sibuk belanja dan sibuk makan, jadi nggak sempat foto foto :p)
Dirasa cukup, kami pun segera berpindah ke tempat belanja lain. Dari kami berenam yang sangaaaaaaat senang sampai lompat lompat kegirangan karena tempat ini adalah Nora dan Ricky. Apalagi kalau bukan Akihabara yang lengkap dengan koleksi aksesoris dari berbagai tokoh anime/manganya. Aku aja yang tidak terlalu fanatik dengan anime/manga juga ketagihan disini. Masuk toko satu ke toko lainnya, lihat koleksi koleksi lucu nan menggemaskan. Kadang bonus ketemu Ikemen pula. BEUH!
(maafin lagi ya.. bukan hoax loh, tapi cuaca dingin banget jadi kami irit irit buat ngeluarin tangan dari saku meski sudah pake sarung tangan dan hotpatch selain buat makan dan cek maps location. Bener bener gak sempet foto foto barang lucu di akihabara. Eh tapi sempet sih sekali dua kali aku share di instagram stories, makanya follow ya kaka...)
YUDANAKA
Agenda utama disini tentu saja main salju! Selain itu mencoba mie soba yang memang terkenal disini juga onsen. Asik banget kan, seharian dingin dinginan main salju di tempat ski, lalu makan mie soba hangat lalu berendam air panas di onsen. Duh, bobo nyenyak deh ini. Yaaaaa meskipun akhirnya batal ketempat ski karena lagi lagi ketinggalan jadwal bus :(
Alhamdulillah pas banget sampe disana itu pas hari pertama turun salju. Malam kami tiba dipenginapan itu masih belum bersalju cuma dinginnya udah gak bisa kompromi lagi. Ditinggal bobo semalam eeeh udah tebal ajaaa saljunya.
OSAKA - KOBE - KYOTO
All Hail untuk sang penggagas JRPass. Berkat JR Pass kami pun bisa sombong. rute dari awal Osaka ke Tokyo kemudian ke Yudanaka kemudian ke Osaka lagi, dilanjut modar mandir dari Osaka - Kobe - Kyoto itu bukan suatu halangan. Tinggal cuss naik local subway / shinkansen aja. Rata rata hampir semua rute transport ku udah ke cover si JR Pass.
Sebagai penyuka segala jenis makanan (selain yang harom yaa :p) Udah terbayangkan misi mulia selama di kota ini ngapain aja. Makan sushi, takoyaki, dan okonomiyaki di Dotonburi. Kemudian cobain steak terlembut di Kobe. Kemudian ke daerah Gion di Kyoto buat cobain tea time di daerah Geisha tersebut. Bonus ketemu tempat ramen ukuran jumbo pula di Gion ini! wohoo...*elus elus perut
Sebenernya kita rencana awal mau mampir ke Osaka Aquarium dan Osaka Castle sebagai salah satu icon wisata di kota ini. Namun ternyata mata ini gelap oleh makanan dan jajanan, jadi keburu habis waktunya.
Tapi sepanjang perut kami bahagia, jiwa kami pun senang :")
Tapi sungguh, dari semua pergi-pergi ku, aku bahagiaaaaa banget bisa dikasih kesempatan untuk berkunjung ke negeri doraemon ini.
Hey kamu.. iyaa kamuu.. yang katanya senang jika aku berbahagia, bawa aku ke Jepang lagi please... Eh, tp jangan ketinggalan uang saku 10,000 yen nya juga ya ya ya yaa...
| check IG kita kaka.... |
Bulan Juli 2016 itu puncak puncaknya aku lagi bingung, gundah gulana, kacau, hati tak menentu pokoknya. Libur panjang akhir tahun 2015 kemarin aku cuma bisa stay di Ibukota yang ternyata tidak kejam seperti ibu tiri nya Cinderella. Dan dari awal sampai ke pertengahan tahun itu pun aku masih anteng cuma berkeliling di sekitar Bekasi - Jakarta - Bandung. Masa iya libur panjang akhir tahun 2016 gak ada perubahan?
Sampai akhirnya, randomly, check ticket pesawat salah satu maskapai untuk tujuan Jakarta - Jepang. Dan ternyataaaa ada harga yang lumayan untuk tanggal yang terbilang puncak liburan itu. Klik sana sini, lalu tiba tiba aja ticket CGK-KIX-CGK sudah ter-booked dan konfirmasinya masuk ke email.
Panik! Bayar pake apa ini!
| alhamdulillah masih bisa senyum meski tabungan terkuras karena ternyata tiket tersebut belum makan, bagasi, dan transit lama pula :( |
Rasa Cinta Yang Muncul Tiba Tiba
Bukan karena ketemu Masaki Okada di Bandara Kansai, Osaka. Tapi aku cinta banget sama bagaimana masyarakat Jepang bekerja dan memperlakukan customer sepertiku. Aku tidak begitu ingat jam persis nya aku tiba di KIX, tapi pada 24 Desember 2016 sore itu aku mendapatkan pelajaran tentang bagaimana kita berempati dan bekerja dengan hati.
Lepas dari petugas imigrasi rombongan ku langsung menuju ke tempat Baggage Claim dan ternyata diantara 6 koper yang bepergian, ada 1 koper yang hilang. Itu koperku! Panik, takut, marah, sedih, bingung. Campur aduk rasanya. Sepatu, jacket, long john, dan semua yang sudah ku siapkan secara khusus hilang. Hari pertama, kebayang bingungnya aku gak punya senjata apapun untuk menghadapi musim dingin di Jepang ini selain baju yang saat itu dikenakan.
Langsung saat itu aku lapor ke petugas di bandara. Entah petugas apa dia asal pakai seragam langsung ku dekati. Dengan percakapan seadanya campur bahasa tubuh aku sampaikan keluhanku.
Yang buat aku jatuh cinta saat itu juga, petugas disana sangat responsif menanggapi ceritaku. Senyum pun selalu diberikan oleh mereka. Tanpa perlu dilempar kesana kemari laporan kehilangan bagasi ku pun diproses. Setiap mereka mau pindah ruangan aku pun diajak. Nggak ada semenit pun aku merasa ditinggal atau dicuekin. Seketika rasa marah ku lenyap. Aku bisa merasa mereka berempati kepadaku. Aku bisa merasakan mereka langsung berusaha mencari informasi dimana posisi terakhir bagasi ku dan kontak ke petugas petugas lainnya. Aku merasa diperhatikan. Kalau petugasnya cowok, mungkin aku minta dilamar saat itu juga.
Setelah pencatatan data data, mereka bilang kemungkinan bagasi ku tertinggal di KUL, dan meminta ku untuk menunggu sampai tanggal 27 Desember 2016. Mereka akan mengirimkan bagasi ku ke penginapan di tanggal tersebut sekitar jam 9-12 am.
Matek! Di suhu yang tidak pernah lebih dari 20 derajat ini aku bisa apa tanpa alat tempur di koper itu. Belum lagi rencana mau main salju. Alhamdulillah ada Nora, Anita, Ricky, Heldy dan Bia Mereka sungguh berjasa! Aku sangat tertolong. Kerudung pinjam Anita, sarung tangan & kaos kaki pinjam Nora, jaket pinjam Ricky, tolak angin lotion dan segala minyak angin minta ke Heldy Bia.
Sampailah di tanggal 27 Desember 2016, dan koperku pun mendarat dengan mulus di penginapanku di Tokyo yang padahal bukan penginapan besar (mana mampu aku ya kan T_T) . On Time. Mereka tidak membuat janji janji atau harapan palsu. Koperku ketemu dan benar benar dikirim langsung. Aku senang! Sangat senang! Dan aku pun makin cinta. :* :*
Welcome to Japan. 日本に歓迎
TOKYO
Rencana awal pagi itu kami mau ke Museum Doraemon, dan sudah beli tiketnya di Family Mart untuk yang jam 10.00 am. Tapi kebiasaan jelek kami masih terbawa sampai negeri ini. TELAT :( Jadi nggak boleh masuk :( Akhirnya melipirlah kami ke Ueno Park.
Aku sempat berfikir Ueno Park itu ya gitu gitu aja. Karena dari gambar gambar yang aku search di google rata rata menampilkan kecantikan taman itu saat musim sakura. Lalu apakabar pemandangannya saat musim dingin? This place hasn't lose it's beauty!
Aku betaaah banget duduk duduk di Ueno Park, nontonin orang lalu lalang, lihat burung burung yang lagi pada santai. Dan tiba tiba kruuyuuk, perutku lapar. Plis atulah, ini perut udah gak tahan minta jatah juga. Padahal udah diisi tuna sandwich nya Family Mart. Tapi siapa sih yang sanggup berlama lama menahan diri dari any kind of Japanese Food? Apalagi sebelumnya sudah kebayang bayang kalau siangnya kami akan mampir ke Tokyo Sky Tower buat nyicipin Omurice. OH MY GOD. Koki koki disini sungguh RUARR BIASAHH.
Di Sky Tower, aku lupa tepatnya lantai berapa, itu ada store luas isinya segala peralatan dari penting hingga nggak penting, dan lucu lucu! Karakter doraemon, gudetama, shinchan, final fantasy, chibi maruko chan itu ada semua. Lengkap. Aduh antara senang dan khawatir. Senang karena selain makan enak mata pun mendapatkan jatah lihat barang lucu lucu, tapi juga khawatir masih awal awal nanti uang saku yen nya bocor.
(disini kami sibuk belanja dan sibuk makan, jadi nggak sempat foto foto :p)
Dirasa cukup, kami pun segera berpindah ke tempat belanja lain. Dari kami berenam yang sangaaaaaaat senang sampai lompat lompat kegirangan karena tempat ini adalah Nora dan Ricky. Apalagi kalau bukan Akihabara yang lengkap dengan koleksi aksesoris dari berbagai tokoh anime/manganya. Aku aja yang tidak terlalu fanatik dengan anime/manga juga ketagihan disini. Masuk toko satu ke toko lainnya, lihat koleksi koleksi lucu nan menggemaskan. Kadang bonus ketemu Ikemen pula. BEUH!
| taiyaki @ akihabara |
| dimanapun tempatnya tetap jajan makanan is a must! |
![]() |
| kayaknya ini pas bener bener baru keluar dari stasiun akihabaranya deh |
YUDANAKA
Agenda utama disini tentu saja main salju! Selain itu mencoba mie soba yang memang terkenal disini juga onsen. Asik banget kan, seharian dingin dinginan main salju di tempat ski, lalu makan mie soba hangat lalu berendam air panas di onsen. Duh, bobo nyenyak deh ini. Yaaaaa meskipun akhirnya batal ketempat ski karena lagi lagi ketinggalan jadwal bus :(
Alhamdulillah pas banget sampe disana itu pas hari pertama turun salju. Malam kami tiba dipenginapan itu masih belum bersalju cuma dinginnya udah gak bisa kompromi lagi. Ditinggal bobo semalam eeeh udah tebal ajaaa saljunya.
![]() |
| penginapan kami lucuuu yah! ada onsen private nya juga loh.. |
![]() |
| lengkap! pertama dan terakhir kalinya foto lengkap selama japan trip ini :p |
![]() |
| padahal baru turun semalaman saljunya tapi sudah setebal ini.. |
![]() |
| dingin dingin nikmat makan soba hangat |
OSAKA - KOBE - KYOTO
All Hail untuk sang penggagas JRPass. Berkat JR Pass kami pun bisa sombong. rute dari awal Osaka ke Tokyo kemudian ke Yudanaka kemudian ke Osaka lagi, dilanjut modar mandir dari Osaka - Kobe - Kyoto itu bukan suatu halangan. Tinggal cuss naik local subway / shinkansen aja. Rata rata hampir semua rute transport ku udah ke cover si JR Pass.
Sebagai penyuka segala jenis makanan (selain yang harom yaa :p) Udah terbayangkan misi mulia selama di kota ini ngapain aja. Makan sushi, takoyaki, dan okonomiyaki di Dotonburi. Kemudian cobain steak terlembut di Kobe. Kemudian ke daerah Gion di Kyoto buat cobain tea time di daerah Geisha tersebut. Bonus ketemu tempat ramen ukuran jumbo pula di Gion ini! wohoo...*elus elus perut
Sebenernya kita rencana awal mau mampir ke Osaka Aquarium dan Osaka Castle sebagai salah satu icon wisata di kota ini. Namun ternyata mata ini gelap oleh makanan dan jajanan, jadi keburu habis waktunya.
Tapi sepanjang perut kami bahagia, jiwa kami pun senang :")
Andai Saja Waktu Bisa Terulang Kembali
Akan kuserahkan hidupku ini disisimu..
Namun ku tau itu takkan mungkin terjadi..
Rasa ini menyiksaku sungguh-sungguh menyiksaku..
Loh, malah nyanyi NAFF - Kau Masih Kekasihku
Kunjungan 6 hari ku kemarin itu kurang banget! Apalagiiii nih, kelihatan kan kalau banyaaak banget perencanaan yang gak kejadian. Sebut saja di Tokyo kandasnya rencana ke Museum Doraemon dan Roppongi (Padahal Roppongi baguuuus kalau lagi winter loh). Di Osaka gak bisa mampir Osaka Castle. Di Kyoto belum cobain naik Sagano Romantic Traing. Entah perencanaan kami yang terlalu optimis, atau memang kami yang gak pandai manage waktu. Sedih :(
Makanannya, lingkungannya, tata kota nya, keramahannya... all i know about Japan in really good. Surely will visit again to Japan. Karena winter alhamdulillah sudah dikasih kesempatan, next pengen banget cobain musim Sakura disini. SUGOOOOIIIII.... googling sana sini musim semi di Jepang CAKEEUBBBH BANGETT.
Semoga akan segera datang kesempatan menikmati musim semi di Jepang.
Makanannya, lingkungannya, tata kota nya, keramahannya... all i know about Japan in really good. Surely will visit again to Japan. Karena winter alhamdulillah sudah dikasih kesempatan, next pengen banget cobain musim Sakura disini. SUGOOOOIIIII.... googling sana sini musim semi di Jepang CAKEEUBBBH BANGETT.
| source link |
Hanami sambil mengenakan Yukata... uuuh tiba tiba saja aku merasa secantik Maki Horikita.
Last but not least, big thanks untuk Anita, Nora, Ricky, Heldy, Bia
Last but not least, big thanks untuk Anita, Nora, Ricky, Heldy, Bia
Tanpa kalian gak akan kejadian deh cerita cerita unik nan menggemaskan selama liburan kemarin.
Terimakasih juga untuk kesediaan beberapa foto fotonya yang aku pajang di blog ini ya.
Aku bakatnya sebagai model, bukan photographer. Jadi maaf kalau banyak numpang foto :p








Yaampun bo gw bacanya kaya ikutan jalan-jalan. Doain gw ya bo biar bisa kesana juga sama little family gw. Dan lo juga bisa kesana lagi ya ve. Ditunggu lanjutanya zhayang!!!
BalasHapusAku tinggalkan jejak dulu aaah... kali ini baru jejak komen nantinya jejak salju japan... hihi...
BalasHapus