317 Kilo Meter Lika Liku Kiluan
Lebay sih judulnya. Sebenernya 317 km itu jarak berdasarkan google maps dari my location ke Kiluan, dan jalanannya nggak berliku liku juga kok (awalnya) :D
Perjalanan kami awali dengan jam ngaret. Rencana berangkat jam 18.30, nyatanya berangkat jam 20.00 Namun selalu ada hikmah dibalik kejadian. Ngaretnya kami ini membuahkan hasil ikutnya dua orang super impulsif yang akhirnya ke kiluan hanya bermodalkan uang.
Estimasi awal untuk lama perjalanan sebagai berikut :
Namun rencana tinggal rencana, nyatanya kami berangkat dari jam 20.00. Dan macetnya ibukota, menambah ke- tidak valid -an estimasi di atas. Kami sampai di Bakaheuni kurang lebih jam 04.-an, tiba di Dermaga Ketapang jam 07-an dan sampai di Teluk Kiluan jam 09-an.
“Though the road's been rocky it sure feels good to me.” - Bob Marley.
Entah, pakde Bob ini ketika mengeluarkan quote tersebut sudah pernah ke Kiluan dari Jakarta melalui jalan darat atau belum. Karena jalanan kesana itu bukan hanya 'rocky', tapi rrrrrrrooooooooooccccckkkk every where :|
Hasil googling sana sini, memang sudah diceritakan kalau ke Kiluan lewat jalur Darat itu jalanannya rusak. Sempat terpikir rute awal melalui jalur laut sehingga bisa mampir snorkling di Pulau Umang, Pulau Legundi, dan berakhir di Teluk Kiluan. Namun mempertimbangkan bahwa harga sewa ke Dermaga Canti dan Kiluan sama, dan harus menambahkan biaya sewa kapal untuk keliling pulau dari dermaga Canti tersebut, juga karena aktifitas wisata nya yang jadi bertambah dan itu butuh waktu lagi, akhirnya kami memilih untuk langsung ke Kiluan. Terkecuali... dari Jakarta ke Lampung itu naik bus umum, biaya nya bisa benar benar terkompres. Cuma memang waktunya makin puaaanjang. Kalau kalian tipe pejalan yang terjajah waktu ngantor seperti kami, opsi naik turun kendaraan umum sepertinya jadi opsi terakhir.
Saat awal menyewa mobil, saya sudah mengatakan ke pemilik rental bahwa kami akan ke Kiluan, dan akhirnya deal dengan harga 4,000,000 untuk elf 19 seat dengan bbm dan driver dari Jakarta - Kiluan. Pada hari H, driver kami bertemu dengan rekan nya yang juga ke Lampung membawa rombongan ke Pahawang. Dari rekannya itu sang driver mendapat informasi bahwa jalanan nya rusak parah. Mobil elf 19 seat tidak akan mampu melewati medan tersebut. Mereka pun saling membahas dan juga telfon ke pak bos nya mengenai hal itu, sampai akhirnya keluar keputusan bahwa Pak Sukron hanya mengantar kami sampai di Dermaga Ketapang, lalu kami dilanjutkan dengan mobil sewaan lainnya sampai ke Kiluan. Sebenarnya tidak masalah jika memang kami tinggal transfer mobil saja. Tapi ternyata kami masih harus membayar separuh harga sewa tambahan itu. Dikatakan bahwa sewa mobil Ketapang - Kiluan adalah 1 juta permobil. Karena rombongan kami 13, sehingga butuh 2 mobil, total 2 juta. Kalau kami masih harus nambah harga 1,000,000 dari kesepakatan itu lumayan juga. Entah itu permainan atau apa, namun ketika kami cari sendiri travel Ketapang - Kiluan, kami mendapatkan harga 1,400,000 untuk 2 mobil antar jemput Ketapang - Kiluan - Ketapang sudah dengan driver dan bbm. Dan biaya yang dicover dari pemilik rental elf untuk penggantian mobil itu bisa naik dari 1,000,000 menjadi 1,100,000, sehingga kami nambah cukup 300,000 saja. Hal ini cukup buat mood turun. Namun, alhamdulillah perjalanan kali ini ada 2 ibu ibu super yang sangat sangat sangat membantu. Itinerary yang hampir hancur pun bisa diselamatkan :D
Teluk Kiluan
Finally we are here \m/
Muka muka lelah setelah melalui perjalanan darat -+ 13 jam mulai berganti dengan muka muka pengharapan melihat pemandangan cantik di Kiluan. Sayangnya, kita masih harus melalu perjalanan -+5 menit lagi dari gapura ke pinggir teluk kiluan, dan -+10 menit untuk nyebrang ke Pulau Kelapa/Pulau Kiluan nya. Tapi tenang, pemandangan lautnya yang jernih cukup menjadikan spoiler akan keindahan yang akan kita temui di Kiluan :D
Pulau Kelapa
Jernih!! Lautnya yang tenang dan berwarna hijau benar benar menggoda kami untuk berenang disana. Tapi perut yang sudah memberontak lah pemenangnya. Entah kami yang memang kelaparan, atau memang rasanya yg lezat, menu sederhana yang disajikan benar benar kerasa sedaaaaaaaaaaaaaap di lidah. Ditambah, makan sambil ditemani angin semilir pantai. Seketika saya lupa akan rumus rumus java ! :D
Laguna
Berenang di laut yang dibatasi dengan karang yang membentuk kolam alam itu sudah jadi tujuan utama perjalanan ini. Untuk tiba di Laguna ini, kami sebelumnya sudah tau kalau harus sedikit tracking. SEDIKIT, begitu infonya. Tapi nyatanya kami harus tracking menanjak, lalu turun tangga, lalu ketemu pantai cantik yang ombaknya lumayaaan, lalu tracking lagi di batu batu karang yang agak buat was was. Mantap deh pokoknya entah berapa kalori yang sudah hilang. Daaaan, sampainya di laguna hyaampuuuunnnnnnnnnnnnnnn seger bangeeeeeeeeeeeeettttt pengen langsung nyempluuuunng.
tracking awal masih semangat
duo macan di pantai sebelum ke laguna
tracking selanjutnya...
yeeeeeeaaaahh \m/
tracking karang karang lagi
s.a.m.p.a.i.!! b.e.r.e.n.a.n.g !!
duo serigala feat ombak samudra hindia
"sandal hanyuuuut awaaas...!", "aaaa... kaki gw jangan diinjeek :|"
Gigi Hiu / Karang Pegadung
Lokasi nya bukan di Teluk Kiluannya, jadi harus keluar dulu dan lanjut naik ke atas untuk mencapainya. Akses kesini hanya bisa oleh Ojek Motor. Selain nantinya akan melewati jalanan kecil, perjalanannya pun batu batuan ancuuuuuuuur banget :'( Bener bener deh, sampai sekarang aja kami masih suka ketawa ketawa kalau ingat aksi dari si mas mas ojek. Merasa sudah punya SIM C? bukan jaminan kamu bisa lewatin jalanan ke gigi hiu secanggih mas mas itu. No Pict = Hoax? Boro boro bisa pegang kamera dan foto foto. Tangan udah penuh erat pegangan agar gak lompat dari jok motor. Saat turunan, penuh batu. Tanjakan, juga berbatu. Tips nya ikutin apa kata mas ojeknya. Kalau dibilang maju dan rapatan duduknya, ikutin. Bukan mau nempel nempel kok mereka tapi ya biar beban motornya terpusat ditengah jadi gak 'jumping'. Sepanjang perjalanan ada aja cerita yang terjalin antara mas mas ojek dan penumpang nya.
*Ojeknya Okky*
Sepanjang jalan, ojek nya okky suka nembak nembak motornya kaya buang angin gitu.
Okky : Mas, ini gak papa motornya kok keluar angin begini?
Mas Ojek : Oh iya ini karburatornya kotor. Gapapa kok mba..
Okky : Bener?
Mas Ojek : Iya gapapa, paling nanti malam meledak
Okky : Astaghfirullah mas ya jangan dong Ampun ya Allah :( :(
Mas Ojek : Mba tenang aja mba.. gapapa kok kan sekarang masih sore, belum malam...
Okky : (nangis) T__T
*Ojeknya Charles*
Mas Ojek : Bang, dari Jakarta ya?
Charles : Iya Bang
Mas Ojek : Di Jakarta mah ngak ada ya jalanan kaya begini. Adanya macet?
Charles : Iya, macet dimana mana
Mas Ojek : Mending macet atau jalanan begini bang?
Charles : *mikir* hmmm...
Mas Ojek : Mending jalanan begini kalau saya bang. Pasti nyampe. Kalau macet kan belum tentu sampenya
Charles : *mikir* hmmmmmmmmmmmmmmm............
(nggak kebalik? jalanan begini yang nyampenya belum tentu. Bisa sampe tapi ke alam lain kan gimana persoalan)
*Ojeknya Mba Ndes*
Mba Ndes : Aduh, aduh... (kesabet ranting dan daun pohon di pinggir pinggir)
Mas Ojek : Mba jangan aduh aduh gitu kan gapapa. Coba bayangin dulu jaman perang Belanda gimana...
Mba Ndes : (nangis) T__T
Banyak lagi percakapan antara penumpang dan abang ojek yang kocak kocak. Aduh pokoknya mereka juara lah buat deg degannya :D
Tapi memang, sesampainya di Gigi Hiu itu pemandangannyaaaaaaa uwow.. serasa di video game. Kaya di film film avatar itu loh yang tempat mereka bertarung lalu karang karang nya pecah berhampuran. AH! KEREN!
Dolphin Show
Besok paginya, dengan badan yang masih pegal pegal karena tracking laguna dan dikocok selama perjalanan ke dan dari gigi hiu, semangat untuk mengunjungi lumba lumba di lautan lepas masih penuh membara.
Jangan lupa pake pelampung ya. Karena pelampungnya lumayan rebutan dan pilihannya sedikit, ada baiknya sudah kita siapin dari malam sebelumnya biar dapet pelampung yang masih layak pakai. Bagi yang nggak kuat ombak, ada baiknya jangan duduk di depan ya. Karena kalau di depan langsung lihat ombak di tengah laut lumayan buat mual juga. Tapi sebenarnya sih kalau kuat kuat aja enakan di depan biar langsung nggak kehalang apapun lihat lumba lumbanya :D
Gadis Pulau Kiluan (sebelum ada yang mabok saat hunting Lumba Lumba)
Lumba lumba.. hey! si lumba lumba
cieeee bahagia sekali sepertinyaaaa...
Perjalanan kali ini bisa dibilang mendadak extreme. Karena kami lumayan belum siap untuk tracking dan offroad ke gigi hiu nya. Tapi itu juga yang sangaaaat membuat kesan di perjalanan ini :D
Team IT-TLC Kiluan undur diri..
All Pict by Suhu Bagus, Markiyem, & Mba Sari
Buat yang mau kesana, mungkin list biaya dan kontak person dibawah bisa membantu :
Akomodasi Kiluan : Pak Dirham 0813 6999 1340
Sewa tambahan Ketapang - Kiluan : Pak Tampoe 0852 7928 5533
Perjalanan kami awali dengan jam ngaret. Rencana berangkat jam 18.30, nyatanya berangkat jam 20.00 Namun selalu ada hikmah dibalik kejadian. Ngaretnya kami ini membuahkan hasil ikutnya dua orang super impulsif yang akhirnya ke kiluan hanya bermodalkan uang.
Estimasi awal untuk lama perjalanan sebagai berikut :
| Kantor - Pelabuhan Merak | : | 18.30 - 21.30 | (-+ 3 Jam) |
| Pelabuhan Merak - Bakaheuni | : | 21.30 - 00.30 | (-+ 3 Jam) |
| Bakaheuni - Dermaga Ketapang | : | 00.30 - 03.30 | (-+ 3 Jam) |
| Dermaga Ketapang - Kiluan | : | 03.30 - 05.30 | (-+ 2 Jam) |
Namun rencana tinggal rencana, nyatanya kami berangkat dari jam 20.00. Dan macetnya ibukota, menambah ke- tidak valid -an estimasi di atas. Kami sampai di Bakaheuni kurang lebih jam 04.-an, tiba di Dermaga Ketapang jam 07-an dan sampai di Teluk Kiluan jam 09-an.
“Though the road's been rocky it sure feels good to me.” - Bob Marley.
Entah, pakde Bob ini ketika mengeluarkan quote tersebut sudah pernah ke Kiluan dari Jakarta melalui jalan darat atau belum. Karena jalanan kesana itu bukan hanya 'rocky', tapi rrrrrrrooooooooooccccckkkk every where :|
Hasil googling sana sini, memang sudah diceritakan kalau ke Kiluan lewat jalur Darat itu jalanannya rusak. Sempat terpikir rute awal melalui jalur laut sehingga bisa mampir snorkling di Pulau Umang, Pulau Legundi, dan berakhir di Teluk Kiluan. Namun mempertimbangkan bahwa harga sewa ke Dermaga Canti dan Kiluan sama, dan harus menambahkan biaya sewa kapal untuk keliling pulau dari dermaga Canti tersebut, juga karena aktifitas wisata nya yang jadi bertambah dan itu butuh waktu lagi, akhirnya kami memilih untuk langsung ke Kiluan. Terkecuali... dari Jakarta ke Lampung itu naik bus umum, biaya nya bisa benar benar terkompres. Cuma memang waktunya makin puaaanjang. Kalau kalian tipe pejalan yang terjajah waktu ngantor seperti kami, opsi naik turun kendaraan umum sepertinya jadi opsi terakhir.
Saat awal menyewa mobil, saya sudah mengatakan ke pemilik rental bahwa kami akan ke Kiluan, dan akhirnya deal dengan harga 4,000,000 untuk elf 19 seat dengan bbm dan driver dari Jakarta - Kiluan. Pada hari H, driver kami bertemu dengan rekan nya yang juga ke Lampung membawa rombongan ke Pahawang. Dari rekannya itu sang driver mendapat informasi bahwa jalanan nya rusak parah. Mobil elf 19 seat tidak akan mampu melewati medan tersebut. Mereka pun saling membahas dan juga telfon ke pak bos nya mengenai hal itu, sampai akhirnya keluar keputusan bahwa Pak Sukron hanya mengantar kami sampai di Dermaga Ketapang, lalu kami dilanjutkan dengan mobil sewaan lainnya sampai ke Kiluan. Sebenarnya tidak masalah jika memang kami tinggal transfer mobil saja. Tapi ternyata kami masih harus membayar separuh harga sewa tambahan itu. Dikatakan bahwa sewa mobil Ketapang - Kiluan adalah 1 juta permobil. Karena rombongan kami 13, sehingga butuh 2 mobil, total 2 juta. Kalau kami masih harus nambah harga 1,000,000 dari kesepakatan itu lumayan juga. Entah itu permainan atau apa, namun ketika kami cari sendiri travel Ketapang - Kiluan, kami mendapatkan harga 1,400,000 untuk 2 mobil antar jemput Ketapang - Kiluan - Ketapang sudah dengan driver dan bbm. Dan biaya yang dicover dari pemilik rental elf untuk penggantian mobil itu bisa naik dari 1,000,000 menjadi 1,100,000, sehingga kami nambah cukup 300,000 saja. Hal ini cukup buat mood turun. Namun, alhamdulillah perjalanan kali ini ada 2 ibu ibu super yang sangat sangat sangat membantu. Itinerary yang hampir hancur pun bisa diselamatkan :D
Teluk Kiluan
Finally we are here \m/
Muka muka lelah setelah melalui perjalanan darat -+ 13 jam mulai berganti dengan muka muka pengharapan melihat pemandangan cantik di Kiluan. Sayangnya, kita masih harus melalu perjalanan -+5 menit lagi dari gapura ke pinggir teluk kiluan, dan -+10 menit untuk nyebrang ke Pulau Kelapa/Pulau Kiluan nya. Tapi tenang, pemandangan lautnya yang jernih cukup menjadikan spoiler akan keindahan yang akan kita temui di Kiluan :D
Pulau Kelapa
Jernih!! Lautnya yang tenang dan berwarna hijau benar benar menggoda kami untuk berenang disana. Tapi perut yang sudah memberontak lah pemenangnya. Entah kami yang memang kelaparan, atau memang rasanya yg lezat, menu sederhana yang disajikan benar benar kerasa sedaaaaaaaaaaaaaap di lidah. Ditambah, makan sambil ditemani angin semilir pantai. Seketika saya lupa akan rumus rumus java ! :D
Laguna
Berenang di laut yang dibatasi dengan karang yang membentuk kolam alam itu sudah jadi tujuan utama perjalanan ini. Untuk tiba di Laguna ini, kami sebelumnya sudah tau kalau harus sedikit tracking. SEDIKIT, begitu infonya. Tapi nyatanya kami harus tracking menanjak, lalu turun tangga, lalu ketemu pantai cantik yang ombaknya lumayaaan, lalu tracking lagi di batu batu karang yang agak buat was was. Mantap deh pokoknya entah berapa kalori yang sudah hilang. Daaaan, sampainya di laguna hyaampuuuunnnnnnnnnnnnnnn seger bangeeeeeeeeeeeeettttt pengen langsung nyempluuuunng.
duo macan di pantai sebelum ke laguna
tracking selanjutnya...
yeeeeeeaaaahh \m/
tracking karang karang lagi
s.a.m.p.a.i.!! b.e.r.e.n.a.n.g !!
duo serigala feat ombak samudra hindia
"sandal hanyuuuut awaaas...!", "aaaa... kaki gw jangan diinjeek :|"
Gigi Hiu / Karang Pegadung
Lokasi nya bukan di Teluk Kiluannya, jadi harus keluar dulu dan lanjut naik ke atas untuk mencapainya. Akses kesini hanya bisa oleh Ojek Motor. Selain nantinya akan melewati jalanan kecil, perjalanannya pun batu batuan ancuuuuuuuur banget :'( Bener bener deh, sampai sekarang aja kami masih suka ketawa ketawa kalau ingat aksi dari si mas mas ojek. Merasa sudah punya SIM C? bukan jaminan kamu bisa lewatin jalanan ke gigi hiu secanggih mas mas itu. No Pict = Hoax? Boro boro bisa pegang kamera dan foto foto. Tangan udah penuh erat pegangan agar gak lompat dari jok motor. Saat turunan, penuh batu. Tanjakan, juga berbatu. Tips nya ikutin apa kata mas ojeknya. Kalau dibilang maju dan rapatan duduknya, ikutin. Bukan mau nempel nempel kok mereka tapi ya biar beban motornya terpusat ditengah jadi gak 'jumping'. Sepanjang perjalanan ada aja cerita yang terjalin antara mas mas ojek dan penumpang nya.
*Ojeknya Okky*
Sepanjang jalan, ojek nya okky suka nembak nembak motornya kaya buang angin gitu.
Okky : Mas, ini gak papa motornya kok keluar angin begini?
Mas Ojek : Oh iya ini karburatornya kotor. Gapapa kok mba..
Okky : Bener?
Mas Ojek : Iya gapapa, paling nanti malam meledak
Okky : Astaghfirullah mas ya jangan dong Ampun ya Allah :( :(
Mas Ojek : Mba tenang aja mba.. gapapa kok kan sekarang masih sore, belum malam...
Okky : (nangis) T__T
*Ojeknya Charles*
Mas Ojek : Bang, dari Jakarta ya?
Charles : Iya Bang
Mas Ojek : Di Jakarta mah ngak ada ya jalanan kaya begini. Adanya macet?
Charles : Iya, macet dimana mana
Mas Ojek : Mending macet atau jalanan begini bang?
Charles : *mikir* hmmm...
Mas Ojek : Mending jalanan begini kalau saya bang. Pasti nyampe. Kalau macet kan belum tentu sampenya
Charles : *mikir* hmmmmmmmmmmmmmmm............
(nggak kebalik? jalanan begini yang nyampenya belum tentu. Bisa sampe tapi ke alam lain kan gimana persoalan)
*Ojeknya Mba Ndes*
Mba Ndes : Aduh, aduh... (kesabet ranting dan daun pohon di pinggir pinggir)
Mas Ojek : Mba jangan aduh aduh gitu kan gapapa. Coba bayangin dulu jaman perang Belanda gimana...
Mba Ndes : (nangis) T__T
Banyak lagi percakapan antara penumpang dan abang ojek yang kocak kocak. Aduh pokoknya mereka juara lah buat deg degannya :D
Tapi memang, sesampainya di Gigi Hiu itu pemandangannyaaaaaaa uwow.. serasa di video game. Kaya di film film avatar itu loh yang tempat mereka bertarung lalu karang karang nya pecah berhampuran. AH! KEREN!
Dolphin Show
Besok paginya, dengan badan yang masih pegal pegal karena tracking laguna dan dikocok selama perjalanan ke dan dari gigi hiu, semangat untuk mengunjungi lumba lumba di lautan lepas masih penuh membara.
Jangan lupa pake pelampung ya. Karena pelampungnya lumayan rebutan dan pilihannya sedikit, ada baiknya sudah kita siapin dari malam sebelumnya biar dapet pelampung yang masih layak pakai. Bagi yang nggak kuat ombak, ada baiknya jangan duduk di depan ya. Karena kalau di depan langsung lihat ombak di tengah laut lumayan buat mual juga. Tapi sebenarnya sih kalau kuat kuat aja enakan di depan biar langsung nggak kehalang apapun lihat lumba lumbanya :D
Lumba lumba.. hey! si lumba lumba
cieeee bahagia sekali sepertinyaaaa...
Perjalanan kali ini bisa dibilang mendadak extreme. Karena kami lumayan belum siap untuk tracking dan offroad ke gigi hiu nya. Tapi itu juga yang sangaaaat membuat kesan di perjalanan ini :D
Team IT-TLC Kiluan undur diri..
All Pict by Suhu Bagus, Markiyem, & Mba Sari
Buat yang mau kesana, mungkin list biaya dan kontak person dibawah bisa membantu :
Akomodasi Kiluan : Pak Dirham 0813 6999 1340
Sewa tambahan Ketapang - Kiluan : Pak Tampoe 0852 7928 5533
| Mobil ELF 19 Seat | : | 4,000,000/mobil |
| Uang Tol Jakarta - Merak | : | 160,000/PP/mobil |
| Penyebrangan Merak - Bakaheuni | : | 765,000/mobil |
| Penyebrangan Bakaheuni - Merak | : | 765,000/mobil |
| preman pelabuhan Merak | : | 35,000/mobil |
| preman pelabuhan Bakaheuni | : | 75,000/mobil |
| Upgrade Class Kapal Ferry | : | 10,000/orang |
| Dolphin Show | : | 150,000/kapal/3 orang |
| Ojek Gigi Hiu / Karang Pegadung | : | 150,000/motor/1 orang |
| Penginapan Pulau Kelapa | : | 250,000/kamar/4 orang |
| Makan di Pulau Kelapa | : | 17,000/porsi |
| Sewa Pelampung | : | 10,000/1 pelampung |
| Sewa Alat Snorkling | : | 50,000/1 set |
| Masuk Laguna | : | 5,000/1 orang |
| Guide Laguna | : | 50,000/1 rombongan/1 guide |
| Kapal Teluk - Pulau Kiluan | : | 20,000/PP/orang |
| Kapal Teluk - Laguna | : | 15,000/PP/orang |
| Mobil APV/Avanza 6-7 seat | : | 700,000/mobil |
| Parkir menginap Dermaga Ketapang | : | 50,000/mobil |






aaa seruuu bangeet..
BalasHapusayoo feb next trip buat lagi yaaa..
hihihihihi
Seru banget mba, jadi pengen liburn ke Kiluan juga
BalasHapusMaryam: Nanti bareng your baby bala bala kita halan halan ringan :D :D
BalasHapusJelly: Iyaaa betul serruu.. apalagi ke gigi hiu nya benar benar unpredictable. hahaha