Menyisir Pantai Siung & Pantai Wediombo

Rencana ke dua pantai ini tidak hanya sekedar untuk menyisir pantai. Pertama, rock climbing pantai siung dan lanjut dengan culinary hunting di pantai wadiombo. Sejujurnya, aku benar benar benar benarrrrrr nggak menyangka aku sanggup untuk 'IYA'-in ajakan panjat tebing ini. Lagi lagi alasan yang mengganjal adalah, "Takut.. belum pernah" :( But, there is always a first time for everything. Jadi, kenapa nggak dicoba? :D

Cerita ini kelanjutan dari sini... Setelah basah-basahan di goa pindul, thanks to erlin karena setelah itu aku dan teman teman disuguhkan bakso pindul yang entah kenapa menurutku menjadi bakso terenak di dunia, untuk saat itu! Mungkin karena cacing-cacing di perut ini sudah gelap mata. Apapun yang masuk ke perut, hajar..! Kenyang dengan bakso, mata mulai merespon dengan sensasi geli geli ngantuk. Lokasi kami menginap hari ini adalah di tepi pantai. Wohooo.. asik asik.. terbayang romantisnya malam malam di pinggir pantai, mendengar deru ombak dengan khidmat. Aaah.. sayang si dia tidak ikut. (Dia siapa, NGGAK USAH DITANYA YA. Biar hanya saya dan Tuhan yang tau! :p )

Sering dengar kan nasihat orang tua, tentang bangunlah pagi-pagi, biar rezeki nggak dipatok ayam. Nggak mau kalah oleh ayam, (walau nggak tau di pinggir pantai ada ayam apa nggak) besoknya saya bangun pagi-pagi dan langsung keluar dari penginapan. Subhanallah, rasanya ituuu loooh... berjalan menyusuri pantai siung di pagi hari. Angin dan ombak bersahutan. Aduh, susah untuk diceritakan, silahkan dirasakan sendiri.. :D

ombak dan tebing siung
Pantai Siung ini adalah salah satu pantai OKE yang ada di deretan pantai pantai daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Ciri khas dari pantai ini adalah, buanyaaaaaaknya karang-karang raksasa. Tebing karangnya memiliki 250 jalur pemanjatan. Kenapa diberi nama pantai siung, karena disalah satu dari sekian banyak karang, ada karang menyerupai siung wanara, yang sayangnya saat itu nggak sempat aku foto karena batre kamera ku modyar. Back to karang siung, di salah satu karang-karang itulah aku mencoba ikutan panjat tebing. Ooh astaga. Sungguh deh, aku menyesal rencana diet disebelum sebelum ini hanya wacana :( Berrrraaats dan susah bawa badan ini naik. Hufff...




Tangan berkeringat, tajam dan perih pun kena karang karang itu. Namun semangat untuk narsis di Pantai Siung tetap membara. :p


Lepas dari Pantai Siung, kami masih 'penasaran' dengan pantai lain di Gunung Kidul ini. Sekalian makan siang, kami sempatkan untuk menengok Pantai Wediombo. Judulnya sih, culinary hunting. Cuma jangan dibayangkan suasananya seperti di festival jajanan bango yah! Berbedzzzaa.. Karena apapun yang mau dihunting, yang ada hanya ada nasi, beserta lauknya ikan. Entah sih apa ada cumi dan makanan laut lainnya. Cuma sekilas yang saya lihat hanya ada ikan. Keunggulannya adalah, ikan ikan disini segarr.. fresh from the sea. Baru dipancing langsung dijual hidup-hidup. Setelah fix kita memesan ikan itu, baru deh dengan kekuatan super si ibu ibu dan bapak bapak itu menyulapnya menjadi hidangan superrr. Nggak mau kalah, kami pun juga dengan segera menyulap ikan tersebut menjadi kerangka tak bersisa.

Sedikit tips, coba pastikan dulu di rombongan ada yang bisa berbahasa Jawa apa tidak. Jika ada, taruh dia di barisan terdepan dalam hal tawar menawar ikan. :D

Pantai Wediombo, Wedi adalah pasir, dan ombo adalah lebar. Kalau dilihat dari nama, mungkin yang akan terbayang adalah pantai ini memiliki pasir yang luas yang memungkinkan kita untuk mengukir tulisan tulisan "FEBBY WAS HERE" di atas pasir tersebut. Pantai ini memang bukan pantai untuk berenang dan bermain air. Sangat tidak dianjurkan. Ombak-ombaknya besar. Sempat mengobrol dengan penduduk disana, mereka pun mengakui bahwa nama pantai ini yang diberikan oleh nenek moyang tersebut nggak sesuai dengan keadaannya. Ada yang mengungkapkan, pantai ini lebih pantas menyandang nama Teluk Ombo, sebab keadaan pantai memang menyerupai teluk yang lebar. Terdapat batu karang yang mengapit, dan air lautnya menjorok ke daratan. Pantai ini kalau dengar cerita sih memang biasanya selain digunakan untuk bersantai menikmati panorama, juga digunakan untuk memancing. Memancing dari bukit karang untuk mendapat ikan besar tentu bukan wisata biasa. Pengalaman itu bisa didapatkan di Pantai Wediombo. Tapi karena saya kesini hanya untuk makan, jadi saya serahkan urusan memancing tersebut ke bapak-ibu pedagang ikan :p.




Hari semakin siang. Sebenarnya aku masih sangat sangat ingin menikmati Yogyakarta lebih dan lebiiih lagi. Masih ada gunung purba, dan pantai pantai lainnya yang belum sempat kami singgahi. :( Sempat ada adegan sinetron berlari lari karena nyarrrrrrriiis ketinggalan kereta. Terlambat 5 detik lagi, bye bye :'( Bukan karena aku nggak betah di Yogya, tapi aku harus kembali ke Jakarta untuk menggali berlian. Yogya, tunggu aku di kesempatan lain ya :D

Komentar

Postingan Populer