Cave Tubing Goa Pindul

Lanjut dari cerita sebelumnya...

Belum cukup aktifitas kamu bermain air di Sungai Purba - Goa Jomblang, Jogja. Jauh jauh dari Jakarta menempuh perjalanan kereta -+10 jam, masa iya cuma ke Goa Jomblang? *pemikiran nggak mau rugi :p

Setelah keluar dari mulu goa, kami pun bebersih di tempat ganti yang sudah disediakan. Mandi, sholat, dan rebah-rebah sebentar mengendurkan otot kaki. Tapi waktu tidak pernah mau menunggu. Tanpa lebih lama menghabiskan waktu, kami langsung berangkat ke Goa Pindul.

Sama seperti yang teman saya bayangkan dari ceritanya disini, Saya berharap lokasi wisata ini sepi, teduh, asri, dan pokoknya desa banget deh... Tapi ternyata, jedueeeeng..! ruame bok! Ya walau tidak sampai mengalahkan rame nya Ancol atau Pulau Tidung sih...

Sampai disana hari sudah sore, bisa dibilang sudah jam-jam kritis untuk nge-Goa. Karena itu pula kami langsung secepat kilat diajak oleh mas-mas nya untuk briefing singkat mengenai aktifitas caving goa pindul ini. Si mas-masnya menyampaikan apa yang harus dan tidak boleh untuk dilakukan. Apa yang harus diperhatikan, dan apa yang harus dihindari.  Gaya penyampaian si mas masnya ini serius namun santai. Terkadang diselingin lelucon yang memang lucu, tapi lebih sering garing yang agak kelewatan sih.. :p

Seragam siap, kamera siap, langsung kami masuk ke tengah-tengah ban. Bayanginnya jangan ban warna warni yang eye-catching itu. Ini ban nya mirip banget sama ban-bang yang suka ada di belakang truck-truck gitu. Besar, dan hitam! Cuma di tengahnya ada kayak penyangga supaya kita bisa duduk.

Jadi, aktifitas cave tubing ini adalah... meyusuri goa dengan duduk anteng di ban, dan  mendengarkan si mas mas itu bercerita tentang ornamen goa, makhluk goa, dan sebagainya. Lagi lagi, ada 3 fase dalam goa ini, fase terang, redup / remang - remang, dan gelap abadi. Saat rombongan kami ada pada fase kegelapan abadi, niatnya sih mau menghayati kegelapan itu dengan poll-pollan, tapi sayangnya, dibelakang kami ada rombongan lain dan jaraknya tidak terlalu jauh dari kami. Sehingga cahaya senter si mas-masnya masih menembus dan yah.. gagal deh kami menikmati kegelapan abadi itu.

Sepanjang perjalanan goa, satu tips yang saya tekankan adalah hati hati dengan kepala ya. Meskipun bersantai tetapi tetap harus waspada. Kalau tiba tiba kejedug dinding goa kan lumayan juga itu kepala. :D Singkatnya, sampai di ujung goa, saatnya menikmati bermain air. Horayy! :D



Begitulah kurang lebih si Goa Pindul. Eh tapi, kisah perjalananku di Jogja ini masih bersambung ya.. biar nyaingin kisahnya cinta fitri :p

Komentar

  1. Feb,, ko asik banget yah,,
    pengenn banget,,
    ditunggu ya ftot-foto trip trip selanjutnya
    :)

    BalasHapus
  2. Terimkasih atas kunjungannya, kami tunggu kunjungan selanjutnya..:)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer