Recent Posts

Kamis, 04 Juni 2015

317 Kilo Meter Lika Liku Kiluan

Lebay sih judulnya. Sebenernya 317 km itu jarak berdasarkan google maps dari Pegangsaan ke Kiluan, dan jalanannya nggak berliku liku juga kok (awalnya) :D

Perjalanan kami awali dengan jam ngaret. Rencana berangkat jam 18.30, nyatanya berangkat jam 20.00 Namun selalu ada hikmah dibalik kejadian. Ngaretnya kami ini membuahkan hasil ikutnya dua orang super impulsif yang akhirnya ke kiluan hanya bermodalkan uang.

Estimasi awal untuk lama perjalanan sebagai berikut :
Pegangsaan - Pelabuhan Merak:18.30 - 21.30(-+ 3 Jam)
Pelabuhan Merak - Bakaheuni:21.30 - 00.30(-+ 3 Jam)
Bakaheuni - Dermaga Ketapang:00.30 - 03.30(-+ 3 Jam)
Dermaga Ketapang - Kiluan:03.30 - 05.30(-+ 2 Jam)

Namun rencana tinggal rencana, nyatanya kami berangkat dari Pegangsaan jam 20.00. Dan macetnya ibukota, menambah ke- tidak valid -an estimasi di atas. Kami sampai di Bakaheuni kurang lebih jam 04.-an, tiba di Dermaga Ketapang jam 07-an dan sampai di Teluk Kiluan jam 09-an.

“Though the road's been rocky it sure feels good to me.” - Bob Marley.
Entah, pakde Bob ini ketika mengeluarkan quote tersebut sudah pernah ke Kiluan dari Jakarta melalui jalan darat atau belum. Karena jalanan kesana itu bukan hanya 'rocky', tapi rrrrrrrooooooooooccccckkkk every where :|

Senin, 03 Februari 2014

I'm Losing You

Nggak bisa merangkai kata. Nggak tau mau tulis dan ngomong apa. Yang aku tau cuma 1, sedih. Hidup memang tentang memilih, dan dia memilih untuk mengejar cita nya disana. Bukan masalah tidak menghargai pilihannya. Bukan ingin menghambat sang sahabat untuk menjadi lebih baik. Tapi...


:'(( *dasar cewek! dikit-dikit nangis!


we'll miss you, really...
Sukses, sehat, dan terus menjadi pribadi kece ya sel..

:)

Sabtu, 06 April 2013

Menyisir Pantai Siung & Pantai Wediombo

Rencana ke dua pantai ini tidak hanya sekedar untuk menyisir pantai. Pertama, rock climbing pantai siung dan lanjut dengan culinary hunting di pantai wadiombo. Sejujurnya, aku benar benar benar benarrrrrr nggak menyangka aku sanggup untuk 'IYA'-in ajakan panjat tebing ini. Lagi lagi alasan yang mengganjal adalah, "Takut.. belum pernah" :( But, there is always a first time for everything. Jadi, kenapa nggak dicoba? :D

Cerita ini kelanjutan dari sini... Setelah basah-basahan di goa pindul, thanks to erlin karena setelah itu aku dan teman teman disuguhkan bakso pindul yang entah kenapa menurutku menjadi bakso terenak di dunia, untuk saat itu! Mungkin karena cacing-cacing di perut ini sudah gelap mata. Apapun yang masuk ke perut, hajar..! Kenyang dengan bakso, mata mulai merespon dengan sensasi geli geli ngantuk. Lokasi kami menginap hari ini adalah di tepi pantai. Wohooo.. asik asik.. terbayang romantisnya malam malam di pinggir pantai, mendengar deru ombak dengan khidmat. Aaah.. sayang si dia tidak ikut. (Dia siapa, NGGAK USAH DITANYA YA. Biar hanya saya dan Tuhan yang tau! :p )

Sering dengar kan nasihat orang tua, tentang bangunlah pagi-pagi, biar rezeki nggak dipatok ayam. Nggak mau kalah oleh ayam, (walau nggak tau di pinggir pantai ada ayam apa nggak) besoknya saya bangun pagi-pagi dan langsung keluar dari penginapan. Subhanallah, rasanya ituuu loooh... berjalan menyusuri pantai siung di pagi hari. Angin dan ombak bersahutan. Aduh, susah untuk diceritakan, silahkan dirasakan sendiri.. :D

ombak dan tebing siung
Pantai Siung ini adalah salah satu pantai OKE yang ada di deretan pantai pantai daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Ciri khas dari pantai ini adalah, buanyaaaaaaknya karang-karang raksasa. Tebing karangnya memiliki 250 jalur pemanjatan. Kenapa diberi nama pantai siung, karena disalah satu dari sekian banyak karang, ada karang menyerupai siung wanara, yang sayangnya saat itu nggak sempat aku foto karena batre kamera ku modyar. Back to karang siung, di salah satu karang-karang itulah aku mencoba ikutan panjat tebing. Ooh astaga. Sungguh deh, aku menyesal rencana diet disebelum sebelum ini hanya wacana :( Berrrraaats dan susah bawa badan ini naik. Hufff...




Minggu, 24 Februari 2013

Cave Tubing Goa Pindul

Lanjut dari cerita sebelumnya...

Belum cukup aktifitas kamu bermain air di Sungai Purba - Goa Jomblang, Jogja. Jauh jauh dari Jakarta menempuh perjalanan kereta -+10 jam, masa iya cuma ke Goa Jomblang? *pemikiran nggak mau rugi :p

Setelah keluar dari mulu goa, kami pun bebersih di tempat ganti yang sudah disediakan. Mandi, sholat, dan rebah-rebah sebentar mengendurkan otot kaki. Tapi waktu tidak pernah mau menunggu. Tanpa lebih lama menghabiskan waktu, kami langsung berangkat ke Goa Pindul.

Sama seperti yang teman saya bayangkan dari ceritanya disini, Saya berharap lokasi wisata ini sepi, teduh, asri, dan pokoknya desa banget deh... Tapi ternyata, jedueeeeng..! ruame bok! Ya walau tidak sampai mengalahkan rame nya Ancol atau Pulau Tidung sih...

Sampai disana hari sudah sore, bisa dibilang sudah jam-jam kritis untuk nge-Goa. Karena itu pula kami langsung secepat kilat diajak oleh mas-mas nya untuk briefing singkat mengenai aktifitas caving goa pindul ini. Si mas-masnya menyampaikan apa yang harus dan tidak boleh untuk dilakukan. Apa yang harus diperhatikan, dan apa yang harus dihindari.  Gaya penyampaian si mas masnya ini serius namun santai. Terkadang diselingin lelucon yang memang lucu, tapi lebih sering garing yang agak kelewatan sih.. :p

Seragam siap, kamera siap, langsung kami masuk ke tengah-tengah ban. Bayanginnya jangan ban warna warni yang eye-catching itu. Ini ban nya mirip banget sama ban-bang yang suka ada di belakang truck-truck gitu. Besar, dan hitam! Cuma di tengahnya ada kayak penyangga supaya kita bisa duduk.

Rabu, 05 Desember 2012

petunjuk-Nya...

Saat itu saya bersama dengan 2 rekan kantor sedang terlibat pembicaraan ringan di jam makan siang. Sebagai makhluk yang kecanduan akan twitter, obrolan pun saya sambi dengan kegiatan buka-buka timeline. Sekedar ingin melihat ada berita apa di siang yang panas ini. Sampai akhirnya saya pun membaca sebuah tweet seperti berikut :
"Berjilbab itu bukanlah pilihan untuk mau atau tidak namun memang kewajiban yang harus dikenakan setiap saat."
 
Tiba-tiba, memory ini berjalan mundur ke beberapa waktu silam. Saat saya belum memutuskan untuk mengenakan jilbab. Lalu arah pembicaraan pun berubah, menjadi share pengalaman kenapa saya tersadar untuk berjilbab. Dan, saya pun ingin menuliskannya disini. Sekedar berbagi... :)
 
Sebenarnya, keinginan untuk berubah sudah lama. Bahkan dulu saya pernah berkeinginan ketika lulus SMA, saya akan kuliah mengenakan jilbab. Namun namanya anak muda, keinginan itu tertutup dengan model fashion terbaru, dan sebagainya. Sampai tiba-tiba, beberapa kejadian penting ini membuka mata hati saya.
 
1. Saat itu, saya yang masih berdomisili di Bandung untuk kuliah, saat liburan ceritanya pulang melepas rindu ke rumah di Bekasi. Dan waktu itu, ketika saya sudah bersiap mau keluar rumah (lupa saya mau kemana pastinya) tiba-tiba dihalangi oleh adek saya yang paling kecil, namanya Tifa.
Tifa  : "Awe.. jangan ah mba nggak boleh keluar." (*sambil tangannya membentang ngalangin jalan)
Saya : "Ih kenapa sih dek.. awe udah telat nih"
Tifa  : "Awe rambutnya keliatan. Pake kerudung dulu sana."
Saya : "Adeekkk... awe nggak punya kerudung. Udah ya awe mau pergi nih."
Tifa  : "Itu mama punya banyak mbaa... pinjem mama aja..."
Itu cuplikan percakapan saya dengan Tifa, yang saat itu baru TK. Saya yang sudah kuliah, kalah dengan anak TK :(
 
2. Saat itu, entah kerasukan apa teman-teman di kelompok, mereka memilih saya menjadi ketua kelompok untuk kegiatan semacam rohis. Mau nggak mau saat itu saya jadi aktif di kegiatan tersebut. Dan sampai suatu ketika, saya mendengar sang pembicara berkata :
 
"Untuk mengenakan jilbab tidak perlu menunggu siap atau tidak. Karena kematian pun datang tidak menunggu kita untuk siap atau tidak."
Another dhegg!! moment... :((
 
3. Saya punya seorang teman non muslim. Dia tau, saya sedang 4G. Galau. Gelisah. Gundah. Gulana.
Sampai mungkin dia tidak tahan melihat kegalauan saya tentang apa saya harus berjilbab atau tidak. Dia pun akhirnya berkata :
"Ya ampun feb, gue nih yang jadinya bingung.. sebenarnya berjilbab itu ada di kitab lo atau nggak?"
"Ada.."
"Lalu kenapa musti bingung?? Tuhan lo sendiri yang nyuruh kenapa musti masih ada tapi-tapian?? Giliran *nitt* (nama disensor) yang nyuruh lo kelabakan patuhnya bukan main."
 
Baiklah... Kejadian terakhir itu benar-benar membuat saya berhenti berfikir. Masalah agama, urusannya sudah saya dengan Sang Pemilik Hidup. Dia yang memberikan saya hidup, dan nikmat-nikmat lainnya dengan cuma-cuma. Namun saat saya diperintahkan untuk berjilbab, begitu banyak alasan yang dibuat. :(( Mungkin Dia ingin melihat, se-keras kepala apa saya terhadap perintah-Nya.
 
Sebenarnya, saat saya sedang mengetik postingan ini, saya pun sadar bahwa saya belum berjilbab. Saya masih berkerudung. :((
Astaghfirullah...

Sabtu, 17 November 2012

Hutan Purba di Goa Jomblang

by mas indar
lanjut dari cerita sebelumnya...

Masih di Jogja. Saya dan tim pun sudah siap hendak nyemplung ke dasar Goa Jomblang. Tapi nggak langsung terjun bebas juga sih. Pakai peralatan dong. Tapi sebelumnya, kita dibagi dulu menjadi 2 kubu, kubu SRT dan kubu 'tinggal-merem'. Maksudnya kubu SRT (single rope technique), alat-alat yang dipasangin di badan itu kayak gini :
picture from this
Nah kalau yang kubu 'tinggal-merem' itu, alatnya kayak apa ya namanya.. hmmm.. yang jelas nggak ada foot loop nya sih. Dan saya jelas masuk ke kubu yang 'tinggal-merem' itu :p Soalnya, setelah aktifitas susur goa jomblang, tentunya badan sudah capek kan? Dan nggak kebayang kalau harus SRT-an naik lagi ke atas nya itu ya ngegenjot sendiri bawa badan sejauh -+60 meter. Benar-benar takut nggak kuat. Mungkin, kalau nanti aku sudah langsing aku kuat kali ya... :p **namun belakangan, agak menyesal ih jadi serasa ada yang kurang nggak ikutan SRT itu :(

Kamis, 15 November 2012

YOGYA! Kota Yang Selalu Ramah

Di timeline twitter dengan nggak sopan nya bongo update perjalanannya ke Jogja. Iri setengah hidup! Bukan karena nggak diajakin sih, tapi kenapa mereka ngajak pas disaat saya mau ujian?? Mas-mas yang lagi njogja, informasi nih.. saya minggu ujian 2 matakuliah loh. Kalau sekedar kuliah biasa sih cabut aja nggak masalah, toh sudah pinter ini. Lah ini ujian? masa predikat sebagai mahasiswi cemerlang harus lenyap karena nilai turun akibat nggak ujian? oh NO! *postingan penuh dusta, emosi, dan kesombongan. :p
 
Atas dasar itulah, dan karena kepala saya sudah puyeng belajar dengan berbagai notasi diagram. Lebih baik saya berselancar di dunia maya. Blogging, mengenang sekaligus berbagi tentang perjalanan saya ke Jogja waktu itu. Kapan tepatnya? hmm... 21-23 September kalau nggak salah :p
 
Masih terngiang.. di telinga ku.. bisik, cintamu.. Eh, skip. Kok saya malah ndangdut? Jadi gini, maksudnya,masih terngiang, terbayang, terasa, dan ter-ter-ter semuanya pengalaman pertama saya saat caving ke Buniayu dulu. Dan, Erlin, sang wanita tangguh yang kemarin membawa saya ke Buniayu tersebut, berniat untuk caving, lagi dan lagi. Good. Kali ini target adalah Goa Jomblang. Takut, deg-degan, tapi mau! Takut karena perjalanan ini agak agak jauh. Njogja cuy, hanya dengan waktu jumat-sabtu-minggu. Bisa-bisa tepar saya di Senin. Mupeng, karena acaranya nggak cuma Jomblang. Ada cave tubing (nge-goa juga..!) dan rock climbing di pantai siung. AH! Diluar saya bisa atau tidak, ke-mupeng-an ini sangat tidak terbendung. Dengan tekad bulat, oke.. Erlin, count me in! :D
 

Kamis, 08 November 2012

'Family Day' -ku yang pertama: Labuan - Tanjung Lesung

Sebelum cerita ini benar benar membusuk di memory, ada baiknya segera ku tuangkan disini. :D
Masih ingat dengan cerita ku ke Tanjung Lesung untuk survey kemarin? atau malah belum baca? ckckck... kemana aja selama ini? Hayok! segera buka link ini! :p

seharusnya sih, ini jadi pose lengkap tim yang ikut ke tanjung lesung
 
para bujang narsis.. -.-' (eh sekarang sudah beberapa tidak bujang lagi sih :p)
Jadi, ceritanya setelah survey sana survey sini, tawar harga namun ternyata masih over budget, akhirnya kami memutuskan, family day dari PT. X tidak jadi di Tanjung Lesung :'((
Resortnya harganya mahal -mahal bok! Suer deh, punya otak cuma 1 tapi harus pusing mikirin jalan jalan rekan kantor se-divisi dengan keluarganya itu.... duaaarrrrr!!! buat meledak...! :'(( Eh, memang sih tidak semua orang pada mau ngepantai. Dari 1 divisi, terbagi menjadi 3 kubu. Ada yang ke Tanjung Lesung, Dago, dan Ancol. Sudah pesimis kami, masa iya tujuan Tanjung Lesung harus dihilangkan dan dipindah ke Ancol semua?

Minggu, 28 Oktober 2012

Trust!

Mereka bilang, dasar dari suatu hubungan adalah kepercayaan.
Hubungan yang biasa, yang normal, yang tidak berada dalam situasi khusus pun sangat membutuhkan hal mendasar tersebut. Apalagi jika long distance relationship ?

Jika sampai pada kondisi yang meluruhkan tingkat kepercayaan dengan amat sangat drastis, dasar apalagi yang digunakan untuk melanjutkan hubungan? Hubungan jarak jauh, dimana rasa bosan terus datang menyerang, teorinya sih, hanya rasa percaya yang terus melekatkan perasaan dari dua insan tersebut. Rasa sayang yang dijadikan dalil kebersamaan, rasanya tidak nyata jika tanpa rasa percaya ya.

Lamanya suatu hubungan memang bukan jaminan. Kenyamanan akan hubungan tersebut, itulah kuncinya. Dan lagi-lagi, kenyamanan membutuhkan rasa percaya. Jika tidak percaya, wow.. setiap saat-setiap masa-setiap detik, jadi menyebalkan. Apa-apa curiga, apa-apa jadi bahan ambekan, dan sebagai sebagainya.

Cemburu memang tanda cinta. Namun ketika kecemburuan berubah menjadi rasa sakit hati?
"Lw itu special bagi gw. Cuma lw orangnya!" Hmm, ketika makna kalimat ini sudah hancur berkeping-keping karena hadirnya orang special lainnya, layakkah untuk percaya? 

just an opinion :)




note:
Semoga kita (saya, dan kamu yang membaca postingan ini), tidak berada di dalam situasi yang sulit seperti itu ya. Ini saja, saya cuma dapat cerita, tapi ikut-ikutan pusing. :p

Jumat, 26 Oktober 2012

tanda tandanya...


Sebelumnya....

Selamat Idul Adha 1433H
:D

Semoga diberi keshalehan seperti Nabi Ibrahim A.S.,
diberi ketaatan seperti Nabi Ismail A.S.,
diberi keihklasan seperti Siti Hajar,
dan diberi keberkahan junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W.

Selamat ber-Qurban, dan berbagi :)
oia, kali kali ada yang mau ngelongok postingan jokes ini : Jokes Seputar Qurban :p

Hari ini, saya dan keluarga lebih memilih menghabiskan waktu untuk bercengkrama di dalam rumah saja. Setelah sholat idul adha, kegiatan saya adalah makan, main kucing, nonton tv, main uno, tidur. Makan, main kucing, nonton tv, main uno, lalu tidur lagi. Aktivitas yang sangat mengasyikkan! :D

Sore ini, diacara sketsa trans tv, ada adegan dimana kakek kakek datang terburu buru ke tempat sholat idul adha, lalu ketika ruku' dia kaget setengah mati karena ternyata dia masih pake celana pendek. Lagi asyik mentertawakan kelakuan si kaket itu, tiba tiba pas saya nengok ke belakang, langsung sakit perut saya dibuat oleh papa. Si papa, sholat ashar, dengan sangat khusyu'. Memakai baju koko lengkap dengan topi kopiah nya, tetapi lupa dengan sarungnya! alias, ya celana pendekan =)) =)) Sarungnya masih tergantung dengan rapih di pundaknya. Astaghfirullah pa.. :)) =))

Tiba-tiba saya ingat, kejadian beberapa hari lalu. Seperti biasa, si papa pagi-pagi, jam setengah 6 dia udah duduk manis di mobil siap untuk disupirin. Saya yang emang terbiasa untuk bangun telat, grasak-grusuk bawa barang bawaan. Dalam perjalanan, ceritanya si papa nasihatin saya supaya bangun lebih pagi biar nggak buru-buru dan nggak ada yang ketinggalan. Selesai nasihatin, tiba-tiba dia teriak. "Astaghfirullah.... papa lupa pake seragam kantor!". Ternyata saat itu dia masih pake celana training olahraga, dan kaos, dan bahkan lupa mandi habis olahraga tadi. Jorok! =)) =))

Umur memang nggak bohong ya pa.. pertanda sudah tua itu.. hihihi..

Papa, I love you :*